ISTANA PINGGIRAN
Karya:
AR. Ammank
ia melambai dari sudut
kota
teriak dan merintih pun dari pinggiran kota
ber sua seakan menanti
berharap untuk diselami
teriak dan merintih pun dari pinggiran kota
ber sua seakan menanti
berharap untuk diselami
namun itu hanya harap
dalam penantiannya
semua bunyi dan gerak-gerik tak mampu menyapa
semua bunyi dan gerak-gerik tak mampu menyapa
mereka hanya Istana
Pinggiran
yang kehidupannya penuh kesenjangan
yang kehidupannya penuh kesenjangan
tak ada yang menghiraukan
bukan karena geraknya tertutupi
tingginya istana-istana menawan
tapi memang semua seakan berpura
untuk tak mengetahui keberadaan dan beritanya
bukan karena geraknya tertutupi
tingginya istana-istana menawan
tapi memang semua seakan berpura
untuk tak mengetahui keberadaan dan beritanya
istana pinggiran masih terlihat
kokoh
dibalik istana-istana megah si tuan kota
dibalik istana-istana megah si tuan kota
mereka kini terus
berjalan
berjalan kedepan menyambung kehidupan
yang di setiap langkahnya
terancam oleh ganasnya penggusuran
berjalan kedepan menyambung kehidupan
yang di setiap langkahnya
terancam oleh ganasnya penggusuran
Kapuk, Jakarta Utara 24 April 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar