AKTIVITAS KAMPUS HIJAU (STAIN Parepare) - Ngemper

AKTIVITAS KAMPUS HIJAU (STAIN Parepare)

Share This

AKTIVITAS KAMPUS HIJAU (STAIN Parepare)
Karya: A. R. Ame’ (Kamis Pagi, di depan Kampus STAIN Parepare)
Pesona dari kejauhan semakin mencolok
itulah kampusku dengan hijau kearifan
yang menempel di setiap gedung yang tertata,
Aktifitas penghuninya tak luput dari pandangan
gerak-geriknya seirama dengan pemahaman
yang hakikinya telah menjadi pedoman,
Mulai dari teori-teori setengah matang
dari para kritikus muda yang berlawan
kemudian langkah-langkah pencari perhatian
akan gaya berpakaian
yang semakin memprihatinkan,

Ada mahasiswa yang lalu lalang
di halaman perpustakaan
merasa pintar tapi sayang
ada yang tak sempat ia pikirkan
yaitu banyaknya anak bangsa
yang tak bisa membaca
karena semakin pelitnya pendidikan

ada mahasiswa yang antri di kolam pensucian
mengaku paling beriman
tapi tak tahu sebab agama dalam peperangan
dalam kelas ada yang pusing dengan tugas kuliah
ada yang tertawa dengan teman lainnya
ada yang menonton film barunya
ada yang mendengar music favoritnya
ada yang membaca novel dan puisi cinta
ada yang saling menjaili temannya
tapi sayang tak mereka sadari bahwa kesibukannya
membawa bencana baginya
tak ia sadari matanya telah buta
telinganya telah tuli
dan mulutnya tertutup tak mampu
menyibukkan dirinya
untuk menemukan solusi
dari setiap permasalahan negerinya
ada mahasiswi menutur cerita bertajuk penghinaan
namun di belakangnya ada juga mahasiswi lain
yang prihatin dan berkata ”kasihan, mereka terjatuh kedalam lembah kehinan,
ada juga mahasiswa yang tertawa sombong dalam kecerdasannya
namun tak ia sadari, ia jauh terjebak dalam dunia pembodohan
ada mahasiswa yang sibuk dengan hobinya
tapi tak ia sadari itu adalah nina bobok baginya
untuk menguatkan hedonismenya
ada mahasiswa sibuk dengan pergulatan kampusnya
tapi tak ia sadari kini ia terpuruk dalam tempurung
ada pun mahasiswa berbicara soal manusia yang agung
tapi tak ia sadari kini ia salah-satu manusia yang tak beruntung
ada mahasiswa berbicara masalah budaya
juga sering berceloteh tentang dekadensi nilai agama
tapi sayang ia tak mau percaya
jikalau kapitalisme adalah akar dari semua masalah
ada yang bahagia akan akademisi yang berakhir penyelesaian
tapi tak ia sadari, itu adalah awal untuknya menjadi pengangguran
dan terkadang menuai penyesalan
dan aku hanya menghela nafas
dengan senyum miris
penuh Tanya….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar