MAKKASAU DI MALAM HARI
A. R. Ame’ (tontonan di tepi jalan)
Dua tubuh pejantan bergulat dengan nafsu
Semak belukar menjadi saksi peristiwa malam itu
Gelap malam dengan keheningan berlalu
semakin memaksa gairah mencengkeram
dengan dosa-dosa yang menerkam
Semak belukar menjadi saksi peristiwa malam itu
Gelap malam dengan keheningan berlalu
semakin memaksa gairah mencengkeram
dengan dosa-dosa yang menerkam
Entah siapa yang memulai
dan menjadi penanggung
dari semua kenikmatan sesaat namun sesat itu.
dan menjadi penanggung
dari semua kenikmatan sesaat namun sesat itu.
Di sela waktu
dua helaan nafas semakin memburuh
tak mau kalah dan saling memacu
di balik trotoar dibawah pohon beringin mereka beradu
dua helaan nafas semakin memburuh
tak mau kalah dan saling memacu
di balik trotoar dibawah pohon beringin mereka beradu
Hembusan memacu perlahan
Kenikmatan semakin tak tertahan
diakhiri cerita bahagia dan pilu dua pejantan
namun entah akan menuai sebuah penyesalan
Kenikmatan semakin tak tertahan
diakhiri cerita bahagia dan pilu dua pejantan
namun entah akan menuai sebuah penyesalan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar