Maaf, Ayah ! - Ngemper
Sumber Google Image
Waktu kita tiada temu
ruang pun telah jauh berbeda
tak lagi mampu menggilas batas keintiman.

Aku belum sempat bercerita kepadamu
tentang dunia yang kian hari menghakimiku

Belum sempat terajut keakraban
sebagaimana kita menikmati
secangkir kopi di beranda rumah

Atau mungkin berdua,
kita bercerita kemudian tertawa
menikmati selinting tembakau
selepas hujan diminggu pagi

Bahkan belumku sempat bercerita
tentang bagaimana rupa
perempuan yang aku cinta

Aku tak pernah bermimpi
menjadi orang yang berharta,
atau mungkin menjadi anak
yang berusaha
memberangkatkanmu ke Mekkah
karena kau tahu,
kau pun tak pernah meminta itu
dalam ucapmu atau pun terselip
dilafalan do’a malammu

Kau hanya meminta,
untukku menjadi orang yang baik, baik, dan baik.
 
Dan itu pun,
belumlah sempat kutunaikan.
Olehnya, maaf Ayah !

Jakarta, 18 Juni 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar