“Bagaimana kabarmu Manis ?”. kalimat itu bukan hanya menjadi kalimat pembuka di suratku kali
ini, tapi kata itu pun yang menggumam saat terbayang olehmu, walaupun tak
pernah ku ucap secara langsung. ku harap kau baik-baik saja. Entah apa yang kau
kerjakan kemarin sore, entah sedang apa kau hari ini, dan entah bersama siapa kau malam ini ? bagimu mungkin aku tak perlu tahu
tentangmu lagi.
ku ulang pertanyaanku dengan
makna yang berbeda, Bagaimana kabarmu Mantan ?. yah, itulah julukan barumu
dariku dan mungkin juga sapaanmu terhadapku. setidaknya kata Mantan ini masih menyimpan makna yang
berbeda dibandingkan jika kita saling beranggapan orang asing. sekali lagi dan
untuk kesekian kalinya dalam do’a ku, semoga kau baik-baik saja. oh iya,
bagaimana dengan desa permai yang pernah menjadi pigur dalam kisah kita ?
semoga saja masih seindah dahulu, dan juga apakah kau masih menyimpan buku
kumpulan puisi-puisiku yang sempat ku berikan padamu sebelum aku beranjak ke
tanah Jawa ?, dan pastinya sebelum Aku menitipkan luka juga padamu. Maaf !
Naif mungkin jika tak mengakuinya
bahwa “Aku kini tengah merindukanmu”. bahkan apa yang ada pada dirimu dan juga
segala sesuatu yang pernah ikut mengisi kisah kita, Aku kini merindukan
semuanya. Tapi tak usah kau khawatir, Aku sama sekali tak berharap balasan
rindu darimu dan juga balasan atas suratku ini. sederhananya, aku hanya ingin
tahu kabarmu saja, tidak lebih.
sebagai penutup dari surat
singkat ini, aku ingin menutur rasa yang belum sempat aku sampaikan padamu.
Pertama, Aku dengan segala dosa-dosa lama yang masih membayangi dan juga dengan
kesungguhan hati meminta maaf kepadamu, dari apa yang sempat aku perbuat
kepadamu hingga semuanya berbuah luka di hatimu dan penyesalan diriku, bahkan
menjadi kunci akhir dari kisah kita. tapi, semoga semuanya tidak berlarut-larut
sebagai sebuah penyesalan, karena ku yakin inilah scenario dari-Nya. kedua,
terima kasih atas segalah lebih dan kurang mu yang sempat kau berikan padaku,
dan juga terima kasih atas lebih dan kurangku yang bisa kau terima apa adanya.
Terima Kasih, dan sekali lagi Maaf !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar