Takan lagi ku coba menggambarkannya
dalam sebuah diksi
ia berlari sesat dan sesat
perihnya terasa tiba dan menyayat
diantara labirin, sejenak pun tiada henti
perihnya terasa tiba dan menyayat
diantara labirin, sejenak pun tiada henti
suatu ketika di sebuah persimpangan
ia mencoba mengingat yang harusnya di lupakan
dan ia meluapkan yang seharusnya di gumamkan
ia mencoba mengingat yang harusnya di lupakan
dan ia meluapkan yang seharusnya di gumamkan
pabila esok kau ikhwalkan untuk kembali
yakinlah mentari masih terbit di ufuk barat
sinarnya kan membawamu
sampai kau di jemput sang dewi di kegelapan
yakinlah mentari masih terbit di ufuk barat
sinarnya kan membawamu
sampai kau di jemput sang dewi di kegelapan
Aku Masih di sini.
Oleh Lumpen AR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar