KALA SENJA DI PAREPARE
Karya: Abdoel Rachman/Ame'
“Telipak telipuk
tak tak dung dumm..”
tak tak dung dumm..”
Ketukan-ketukan
berirama semakin memacu
sentak kaki kiri dan kanan pun beradu
dipaksanya kita bergoyang oleh melody yang merdu
dan ternyata di balik semua itu ada hati yang tengah berlabu
sentak kaki kiri dan kanan pun beradu
dipaksanya kita bergoyang oleh melody yang merdu
dan ternyata di balik semua itu ada hati yang tengah berlabu
Mulai ramai oleh
sentakan
mulai bahagia karena teriakan
mulai bahagia karena teriakan
Tak teratur dalam baris
karena memang tak pernah membuat garis
karena memang tak pernah membuat garis
mereka menyatu dalam satu tangis
juga dalam bahagia dan canda tawa
juga dalam bahagia dan canda tawa
Jangan kau
pikirkan ! katanya dengan melambai.
menarilah ! selanjutnya memanggil dengan senyuman.
asap-asap putih tak menjadi sekat baginya
perbedaan tak pernah menjadi penghalangnya
menarilah ! selanjutnya memanggil dengan senyuman.
asap-asap putih tak menjadi sekat baginya
perbedaan tak pernah menjadi penghalangnya
Karena mereka sadar,
mereka telah menyatu dalam perbedaan itu
seperti senja yang telah menyatu
dengan sore kota Parepare, kala itu.
mereka telah menyatu dalam perbedaan itu
seperti senja yang telah menyatu
dengan sore kota Parepare, kala itu.
Parepare, 20 Juli 2014.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar