Diayun ketiadaan
memangsa getar membumi batu
berkalang tanah menjadi seonggok rasa basi
berkalang tanah menjadi seonggok rasa basi
sepi ini telah
menelentarkan kelakar tawa
menyesatkan hati di lembah keterasingan
membawa jejakku terpenjara dalam pusaran labirin yang berliku
menyesatkan hati di lembah keterasingan
membawa jejakku terpenjara dalam pusaran labirin yang berliku
rumah hatimu adalah
tumpah rinduku
berkemah merusuk sumsum
mengibarkan benderah kegelisahan yang membukitkan luka
juga kebahagiaan, setiaku membabi buta
kalap membumi hanguskan nalarku
berkemah merusuk sumsum
mengibarkan benderah kegelisahan yang membukitkan luka
juga kebahagiaan, setiaku membabi buta
kalap membumi hanguskan nalarku
entah nyata atau semu
entah berharga atau sia-sia
entah berharga atau sia-sia
Aku hanya ingin hadir
di timang lugu senyummu
dan menangis di sudut bibirmu.
dan menangis di sudut bibirmu.
Oleh : Diah Lestari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar