PEMIMPI BARU
Karya: AR.
Paras lugu bertopang
dagu
kini bersandar di sudut halte utan kayu
di pangkuan terlihat setumpuk ijazah-ijazah lusuh
sebagai pembenar baginya pendidikan yang telah berlalu
kini bersandar di sudut halte utan kayu
di pangkuan terlihat setumpuk ijazah-ijazah lusuh
sebagai pembenar baginya pendidikan yang telah berlalu
Dari Utan Kayu menuju
Kampung Melayu
di pundaknya tempat do’a dan harapan bertumpu
teguhnya seiring dengan bus way yang melaju
kepadaNya bersimpuh untuk hidup yang siap di adu
di pundaknya tempat do’a dan harapan bertumpu
teguhnya seiring dengan bus way yang melaju
kepadaNya bersimpuh untuk hidup yang siap di adu
Sesekali merindui
masa-masa berseragam putih abu-abu
dimana Papa dan Mama masih menjadi penopang tubuh
namun kini kenyataan telah merenggut masa-masa itu
waktunya kini baginya berganti menopang kedua hidup itu
dimana Papa dan Mama masih menjadi penopang tubuh
namun kini kenyataan telah merenggut masa-masa itu
waktunya kini baginya berganti menopang kedua hidup itu
Harapannya akan siap
beradu dengan beribu harap lainnya
dimana peradaban sering kali tak memihaknya
dimana peradaban sering kali tak memihaknya
Di lain sisi dalam
dirinya
Ia pun siap untuk hidup yang jauh terjatuh
tertimpa kekalahan.
Ia pun siap untuk hidup yang jauh terjatuh
tertimpa kekalahan.
Halte Utan Kayu, Jakarta Timur. 04 Mei 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar