JEJAK
Karya: AR. Ame'
“Aku ingin berseri di suatu waktu
oleh karenanya, aku harus pergi”
Katanya,
dengan tunduk membasuh kaki ibunya
oleh karenanya, aku harus pergi”
Katanya,
dengan tunduk membasuh kaki ibunya
Sang pengkelana mulai mengembara
dengan bekal do’a dari ibunda
di tepi terjal ia kini melangkah
dengan mentari sombong tertawa di atasnya
dengan bekal do’a dari ibunda
di tepi terjal ia kini melangkah
dengan mentari sombong tertawa di atasnya
Jauh sudah sepasang kaki lusuh itu melangkah
kini ia bertepi di pinggiran kota megah
memandangi sepasang kaki lainnya berirama
ada jua yang tanpa tujuan
kini ia bertepi di pinggiran kota megah
memandangi sepasang kaki lainnya berirama
ada jua yang tanpa tujuan
Suatu ketika
Di tengah dinginnya kota
dalam sujud ia menutur kata
Di tengah dinginnya kota
dalam sujud ia menutur kata
“rindu telah menyapa diriku sedari dulu
tiga langkah berlalu meninggalkanmu
rindu itu telah menyapaku.
aku belum bisa pulang Bu...
mimpiku belum ku gapai
karenaku masih meragu,
tapi jika langkahku berawal darimu
maka akhirnya pun berlabu di sisimu”
tiga langkah berlalu meninggalkanmu
rindu itu telah menyapaku.
aku belum bisa pulang Bu...
mimpiku belum ku gapai
karenaku masih meragu,
tapi jika langkahku berawal darimu
maka akhirnya pun berlabu di sisimu”
Jakarta, 03 Mei 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar