Tamu
Tak Di Undang
28 Februari 2014, Abdul Rahman/Ame’
28 Februari 2014, Abdul Rahman/Ame’
Panjang
kisah yang telah tertuliskan
negeri bersama tangisan dan perlawanan
belenggu dahulu kurasa belum usai dan tiada
tangisan kaum jelata masih terdengar keras, semakin keras, semakin keras
semakin kerasnya namun semakin pula tak di pedulikan
negeri bersama tangisan dan perlawanan
belenggu dahulu kurasa belum usai dan tiada
tangisan kaum jelata masih terdengar keras, semakin keras, semakin keras
semakin kerasnya namun semakin pula tak di pedulikan
Negeri
kita telah kedatangan tamu kawan
mungkin mereka tamu yang bertopeng kebaikan
atau pencuri yang berpura-pura sebagai tamu
kemudian di sambut dengan penuh penghormatan
mungkin mereka tamu yang bertopeng kebaikan
atau pencuri yang berpura-pura sebagai tamu
kemudian di sambut dengan penuh penghormatan
Asal
kalian tahu hey tamu negeriku
kami tak akan melambaikan tangan kanan untuk menyambutmu
justru kami acungkan tangan kiri setinggi-tingginya
sebagai tanda pengusiranmu dari negeriku
kami tak akan melambaikan tangan kanan untuk menyambutmu
justru kami acungkan tangan kiri setinggi-tingginya
sebagai tanda pengusiranmu dari negeriku
Dengarkan
dan jawab tanyaku
Siapa Kalian…?
Siapa Kalian…?
Sebenarnya
tak perlu kau jawab pun telah ku tau maumu
tak kau dengar pun telah ku tau yang kalian lakukan
dan tak perlu kau tunjukkan pun
telah ku tau siapa kalian !
tak kau dengar pun telah ku tau yang kalian lakukan
dan tak perlu kau tunjukkan pun
telah ku tau siapa kalian !
Kau
tamu yang datang tanpa undangan
dan kuyakin kau akan pergi
hanya dengan perlawanan dan pengusiran
dan kuyakin kau akan pergi
hanya dengan perlawanan dan pengusiran
Parepare,
28 Februari 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar