Sang
Perindu
08 Maret 2014, Abdul Rahman/Ame’
08 Maret 2014, Abdul Rahman/Ame’
Mendung
memacu benci dan caci dari sang perindu
Di kala sang dewi memudarkan senyum kepada perindu
hancurlah sudah kasih antara perindu dan dewi yang sempat beradu
Di kala sang dewi memudarkan senyum kepada perindu
hancurlah sudah kasih antara perindu dan dewi yang sempat beradu
Begitu
kejamnya mendung membawa pergi sang dewi
tertekuk dalam sepi kini perindu menanti
dan berharap dewi kan kembali
tertekuk dalam sepi kini perindu menanti
dan berharap dewi kan kembali
Terkutuklah
kau mendung kata sang perindu dalam penantiannya
Gumam sang perindu menyatu dalam benci dan amarah
Dan amarah memuncak di kala hujan membasahi tubuh sang perindu
harapan dan penantian kini sirna di sapu angin dan hujan
Gumam sang perindu menyatu dalam benci dan amarah
Dan amarah memuncak di kala hujan membasahi tubuh sang perindu
harapan dan penantian kini sirna di sapu angin dan hujan
Panjang
waktu yang kan di lalui sang perindu
dan panasnya pancaran sinar dari sang raja akan ia lalui
dan kemudian ia akan menemui gelap
namun masih ia bertanya….
apakah dewi akan menepati janjinya
atau kah mendung belum bisa melepaskannya.
dan panasnya pancaran sinar dari sang raja akan ia lalui
dan kemudian ia akan menemui gelap
namun masih ia bertanya….
apakah dewi akan menepati janjinya
atau kah mendung belum bisa melepaskannya.
Parepare,
08 Maret 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar